Senin, 25 Januari 2010

Membuka Registry Editor yang Dikunci Oleh Virus

Artikel kali ini masih berbicara mengenai cara mengatasi kerusakan sistem yang di akibatkan oleh virus. Setalah sebelumnya kita membahas mengenai cara menampilkan file atau folder yang disembunyikan virus, kali ini saya akan mengajak Anda untuk membahas bagaimana cara membuka Registry yang dikunci oleh virus agar Registry Editor bisa kita buka lagi. Tentu saja tanpa mesti mengistal sebuah software. Kenapa harus Registry Editor yang harus dibuka pertama kuncinya? Seperti yang kita ketahui, kebanyakan virus akan mengunci tool-tool penting system windows, seperti Task Manager, Folder options, Control Panel, CMD dan tool-tool lainnya. Hal ini bertujuan untuk melindungi dirinya (virus tersebut). Sedangkan untuk bisa mengaktifkan kembali Task Manager, Folder options, Control Panel atau CMD, kita harus merubah setting di registry editor. Jika Registry Editor saja sudah terkunci, bagaimana kita bisa mengatasi masalah tersebut?

Melihat permasalah diatas, maka yang pertama kali kita lakukan adalah mengaktifkan kembali Registry editor yang dikunci oleh virus. Bagaiman caranya? Saya mempunyai sebuah tips dan trik yang bisa dibilang cukup ampuh untuk membuka registry editor yang dikunci oleh virus. Caranya yaitu dengan menggunakan VB Script atau yang disingkat VBS.

Kenapa menggunakan VB Script? Saya bisa saja menggunakan Registration Entries (reg) atau Command Prompt untuk membuka registry Editor. Mungkin begitu pendapat Anda. Namun, menurut saya cara membuka registry editor tersebut tidak mempan. Saya sudah pernah mencoba menggunakan CMD dan Registration entries (file .reg) untuk membuka registry editor yang dikunci virus. Tapi hasilnya tidak mampu untuk membuka registry editor yang dikunci virus. Jika Anda menggunakan file REG maka akan keluar sebuah dialog yang berbunyi “Registry editing has disabled by your administartor”.

Error yang muncul ketika menggunakan registration entries
Jika Anda menggunakan CMD, hasilnya juga akan sama. Pada CMD akan keluar tulisan yang sama pula yaitu “Registry editing has disabled by your administartor”.

Error yang muncul ketika menggunakan CMD
Namun, jika kita menggunakan VB Script, tidak akan keluar dialog atau tulisan seperti itu. Registry Editor yang dikunci oleh virus akan bisa kita buka.

Lalu bagaimana cara membuat VB Script untuk membuka Registry Editor? Apa mesti menggunakan sebuah software untuk membuatnya? Cukup mudah. Kita hanya menggunakan Notepad untuk membuatnya. Berikut cara membuat VB Script untuk membuka Registry Editor:

  1. Buka Notepad. Anda bisa membuka kotak Run dan mengetik “notepad” (tanpa tanda kutip) lalu tekan Enter.
  2. Pada jendela Notepad, ketik perintah berikut:
    dim b
    set b = createObject (“WScript.Shell”)
    PolSys = “HKCU\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System\”
    rdw = “REG_DWORD”
    b.Regwrite PolSys & “DisableRegistryTools”, “0″, rdw

    kemudian klik menu File »» Save As.

  3. Di jendela Save As, pilih All Files pada pilihan Save As Type dan berikan ekstensi “.vbs” untuk name filenya. Misalkan nama filenya “EnableRegedit.vbs”.
  4. Simapn sebagai VB Script

  5. Klik tombol OK dan tutup jendela Notepad.

Kini Anda sudah mempunyai sebuah file VB Script yang akan Anda gunakan untuk membuka registry Editor yang dikunci oleh virus. Anda tinggal mengeksekusi (melakukan double klik) terhadapat file VB Script tadi untuk membuka registry editor komputer yang dikunci oleh virus. Setalah itu, cobalah membuka Registry Editor Anda dengan mengetik “regedit” pada kotak Run. Apah berhasil? Jika tidak, coba periksa kembali perintah yang Anda ketik pada file VB Script Anda tadi. Untuk mengedit file VB Script, klik kanan file tersebut dan pilih menu Edit. Maka file tesebut akan terbuka di Notepad.

Sampai disini dulu artikel cara membuka Registry Editor yang dikunci oleh virus. Semoga berguna dan selamat mencoba.

Minggu, 24 Januari 2010

Tips Menghindari Serangan Virus

Virus. Nama ini tidaklah asing lagi bagi kita. Tapi bukan virus flu babi lho yang sedang melanda beberapa negara di dunia. Kita ngomongin masalah virus komputer. Mungkin banyak sekali diantara kita yang pernah kena serangan virus. Bikin pusing khan? Komputer jadi lambat, file hilang bahkan yang paling parah sistem Windows yang rusak. Kalau uda gini mesti install ulang lagi.

Nah, agar komputer kita ga kena virus lagi atau ga gampang kena virus. Ada baiknya kita mencegahnya masuk ke sistem komputer kita. Emang sie ada beberapa dari kita yang punya antivirus yang handal. Tapi itu bukan jaminan komputer kita ga akan kena virus. Sehandal apapun antivirus, jika ga pernah diupdate sama saja ga bisa ngenalin virus baru. Selain itu, biarpun kita uda rajin update jika ada varian virus yang sangat-sangat baru bisa aja komputer kita kena virus. Lagian ga ada salahnya kan kita mencegah dari pada mengobati?

Oleh karena itu, ada baiknya kita tahu cara kerja virus agar kita bisa mencegah virus masuk ke sistem komputer kita. Selain menginstal Antivurs pada komputer dan melakukan scan virus terlebih dahulu sebelum mengakses file pada removeable drive, ada beberapa cara mencegah virus agar tidak bisa menginfeksi komputer kita, yaitu:

1. Matikan Fitur Autorun

Windows secara default memberikan mengaktifkan fitur autorun-nya. Jadi jika kita memasukkan removable disk seperti CD, DVD, Flashdisk dan lainnya maka windows akan memberikan kita pilihan atas removable drive tersebut. Entah memutar file multimedia yang ada drive tersebut atau membukanya di windows explorer. Fitur ini sedikit memberikan kemudahan pada kita, yaitu kita ga usah membuka aplikasi lagi misalnya Winamp untuk membuka file mp3 yang ada pada flash disk kita. Atau membuka explorer lagi untuk melihat isi flashdisk kita. Karena dengan hanya mengklik pilihan dan menekan tombol OK maka apa yang kita ingin lakukan pada file dalam flashdisk tersebut sudah cukup.

Tetapi fitur inilah yang sering dimanfaatkan oleh para virus maker (istilah kerennya pembuat virus) untuk menyebarkan virus buatan mereka. Caranya mereka akan membuat sebuah file bernama autorun.inf yang akan menjalankan file virus secara otomatis jika flashdisk kita colokkan pada komputer. Jadi, tanpa didouble klik pun file virus tersebut sudah berjalan.

Agar hal ini tidak terjadi, maka perlu kiranya kita menonaktifkan fitur autorun tersebut. Memang sih kita kehilangan fitur yang memudahkan kita. Tapi saya rasa sepadan dengan keamanan yang kita peroleh. Untuk menonkatifkan fitur autorun, ada beberapa langkah yang mesti kita lakukan yaitu:

  • Klik tombol start kemudian klik run. Pada kotak dialog run ketik “gpedit.msc” (tanpa tanda kutip) dan tekan enter.
  • Run

  • Setelah jendela Group Policy muncul, pada bagian User Configuration pilih Administrative Template, kemudian klik pada node System.
  • Group Policy

  • Pada jendela bagian kanan double klik Turn Off Autoplay seperti gambar di bawah.
  • Turn Off Auto Play

  • Pada jendela Turn off Autoplay properties yang muncul pada tab Setting tandai pilihan Enabe.
  • Setelah itu, pada pilihan Turn off autopaly on pilihlah All Drives agar fitur autoplay pada semua removable drive tidak diaktifkan.
  • Terakhir klik tombol OK dan tutup jendela Group Policy.

Sekarang cobalah masukkan Falshdisk atau CD Anda, apakah jendela autoplay masih muncul? Jika tidak, berarti fitur autoplay sudah tidak aktif. Jika masih muncul berarti ada yang salah dengan seting tadi. Coba ulangi langkah-langkah di atas.

2. Periksa flash disk

Flashdisk merupakan media yang paling sering digunakan sebagi media penyebaran virus. Maka sebelum mengakses file yang ada di dalam flashdisk ada baiknya scanlah flashdisk Anda dengan Antivirus yang ada pada komputer jika sempat dipergunakan pada komputer teman, komputer kantor atau komputer lainnya. Jika Antivirus tidak menemukan virus di dalamnya bukan berarti aman. Kenapa? Karena mungkin saja virus varian baru yang belum dikenali antivirus sudah ada di flashdisk Anda. Cara mengetahuinya adalah dengan memeriksa flash disk Anda apakah ada sebuah file yang bernama autorun.inf. Mengapa autorun.inf? Karena virus yang banyak beredar sekarang memanfaatkan file ini dalam penyebarannya seperti yang telah saya bahas diatas. Sebelumnya, setlah agar Windows menampilkan file yang beratribut hidden dan system. Kenapa mesti begitu? Karena umunya virus akan menset file autorun.inf dan file virusnya dengan atribut hidden dan system. Jadi jika dalam setingan default Windows kita tidak akan melihat file tersebut. Cara menampilkan file beratribut hidden dan system adalah dengan memilih menu Tools kemudian Folder Options pada jendela Windows Explorer.
Menu Folder Options

Setelah jendela Folder Options muncul, tandai pilihan “Show hidden files and folder” dan hilangkan tanda centang pada pilihan “Hide protected operating system files (Recommended)”.
Folder Options

Setelah itu klik OK. Jika file autorun.inf ini ada pada flashdisk tanpa Anda pernah membuatnya atau sebelumnya tidak pernah ada, kemungkinan besar sebuah virus telah mengcopy dirinya ke flashdisk Anda.

Agar kita tahu yang mana file virus tersebut, bukalah file autorun.inf tersebut. Biasanya secara default windows akan membukanya dengan program Notepad. Jangan takut, ini bukan file virusnya lho. File ini merupakan pemicu agar virus berjalan otomatis jika flashdisk dicolokkan ke komputer. Setelah file tersebut dibuka dengan notepad, carilah kata “open” (tanpa tanda kutip). Jika ketemu, setelah kata “open” tersebut biasanya diikuti dengan tanda “=” dan beberapa kata dibelakangnya. Seperti gambar dibawah.
Autorun.inf

Nah kata virus.exe inilah yang merupakan file virus tersebut. Carilah file tersebut di flashdisk Anda. Jika tidak ketemu, gunakan fungsi Search pada Windows Explorer. Ingat tandai pilihan “Search hidden files and folders” pada More Advanced Options.
Search

Jika file tersebut ketemu, segeralah hapus. Jika ada peringatan bahwa file tersebut adalah file system lanjutkan saja dengan mengklik yes. Ada baiknya file autorun.inf juga dihapus. Agar jika dikemudian hari ada virus yang mengcopy dirinya ke flashdisk Anda dan menempatkan file autorun.inf Anda bisa dengan cepat mengetahuinya.

Catatan:
Ada beberapa produsen flashdisk yang memberikan aplikasi pada flashdisk mereka yang biasanya memanfaatkan file autorun.inf agar aplikasi tersebut berjalan secara automatis. Usahakan Anda mengetahui hal ini dan file apa yang dijalakan autorun.inf tersebut. Agar Anda tidak salah dan menganggapnya virus kemudian menghapusnya.

3. Hilangkan kebiasaan asal double klik.
Salah satu penyebab komputer kita bisa terserang virus adalah karena kekurang telitian kita sendiri yaitu kita sering kali kurang teliti dalam membuka file atau folder yang ada pada Flashdisk kita dengan melakukan double klik atau tekan enter pada keyboard.

Mengapa hal ini menyebabkan virus bisa menginfeksi system kita? Padahal 2 langkah diatas telah dilakukan. Mungkin Anda akan bertanya seperti itu? Hal ini perlu kita perhatikan karena mungkin saja sebuah virus memang sengaja membuat file autorun.inf pada flashdisk agar user tidak curiga. Dia memanfaatkan kecerobihan user yang tidak sengaja menjalankan dirinya dengan mendouble klik file virus tersebut.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena sekarang ini banyak sekali virus yang mempunyai icon seperti folder, word dokumen, mp3 atau file yang kebanyak pemakai komputer miliki. Dan biasanya virus akan menamakan dirinya mirip dengan folder atau file yang ada di flashdisk kita sesuai dengan icon dirinya dan menyembunyikan folder atau file yang asli dengan menset atributnya menjadi hidden. Misalkan jika virus tersebut bericon seperti folder maka dia akan mengcopy dirinya dengan nama-nama folder yang ada flashdisk dan menyembunyikan atau bahkan menghapus folder yang asli.
Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan untuk mencegah hal tersebut terjadi antara lain:

  • Jika Anda ingin membuka sebuah folder pada flashdisk, usahakan tidak melakukan double klik pada folder tersebut. Karena jika ada virus bericon menyerupai folder yang Anda double klik maka virus tersebut pasti akan menyebar pada komputer. Trus gimana bisa melihat isi folder tersebut? Caranya kliklah folder yang ada pada tree view yang ada disebelah kiri jendela explorer maka isi dari folder akan terlihat pada jendela sebelah kanan explorer. Jika tree view tersebut tidak ada pada jendela explorer Anda, kliklah tombol Folder yang ada pada Toolbar windows explorer maka tree view akan mucul. Jika memang sebuah folder maka akan kelihatan pada tree view tersebut.
  • Jika Anda kurang suka dengan munculnya tree view pada jendela explorer atau file yang ingin dibuka bukanlah sebuah folder. Tetapi Anda khawatir virusnya bericon mirip dokumen word atau file mp3. Ada cara lain untuk mengatasinya yaitu dengan melihat ekstensi file tersebut. Jika ekstensi sebuah file adalah .exe tetapi iconnya mirip dokumen word atau yang lain maka bisa dipastikan file tersbut adalah sebua virus. Atau bisa juga dengan cara menset agar file ditampilkan secara detail dengan mengklik menu View pada explorer kemudian pilih Details. Jika sebuah folder atau dokumen word memiliki Type file Application, mungkin file tersebut adalah virus

4. Update Antivirus secara berkala

Antivirus saya sudah yang terbaru dan mahal lho apa perlu diupdate? Pertanyaan itu sering saya terima dari teman-teman saya. Antivirus yang terbaru dan mahal bukan jaminan bisa mengenali semua virus karena mungkin saja virus itu dibuat setelah Antivirus itu dibuat. Jadi virus tersebut tidak akan ada pada database Antivirus tersebut. Kebanyakan Antivirus dapat mengenali virus karena virus tersebut ada pada database virus mereka. Jika tidak, virus tersebut tidak akan dikenali.

Jadi update Antivirus sangat dibutuhkan yaitu untuk menambahkan nama-nama virus baru pada daftar virus yang ada pada database virus Antivirus tersebut. Seberapa sering Antivirus harus diupdate? Kalau bisa setiap hari sie. Tapi kalau Anda tidak mempunyai sambungan internet atau ga bisa tiap hari download virus defenition di Warnet karena ga ada waktu atau ga da duit, paling tidak seminggu sekali sudah cukup. Tapi tidak jamin lho Antivirusnya up to date.

Sabtu, 23 Januari 2010

Mengembalikan File atau Folder yang Disembunyikan Virus

Saya yakin banyak dari Anda yang komputernya pernah terserang virus. Sebagian besar dari Anda bisa membasmi virus tersebut dengan Antivirus, seperti AVG, Kaspersky, Smandav atau PCMAV. Masalahnya sekarang adalah ada beberapa virus yang menyembunyikan file atau folder. Banyak sekali data-data Anda yang tersimpan dalam file atau folder tidak bisa Anda lihat. Walupun virus tersebut tersebut telah Anda basmi dengan Antivirus, namun file atau folder Anda masih saja tidak muncul di Windows Explorer. Kenapa? Hal ini disebabkan karena beberapa virus tersebut memeberikan attribute hidden dan system kepada file atau folder tersebut.

Lalu bagaimana cara mengembalikan/menampilkan kembali file dan folder yang disemunyikan virus? Caranya adalah dengan mengatur agar komputer menampilkan file atau folder yang beratribut hidden dan system yaitu melalui folder options. Langkah-langkahnya sebagai berikut:

  1. Buka Windows Explorer.
  2. Klik menu Tools »» Folder Options.
  3. Pada jendela folder options, hilangkan tanda pada pilihan “Show hidden files and folder”. Pilihan ini berfungsi untuk menampilkan file atau folder yang beratribut hidden.
  4. Kemudian untuk menampilkan file yang beratribut system, hilangkan tanda cek (rumput) pada pilihan “Hide protected operating system files (Recommende)”.
  5. Folder Options

  6. Selanjutnya klik OK untuk menyimpan setting dan menutup folder options.

Sekarang coba periksa file atau folder Anda yang disembunyikan virus tadi. Apakah sudah muncul di windows explorer? Jika sudah, coba perhatikan file atau folder tersebut. File atau folder tersebut akan terlihat samar-samar bukan?

Sekarang bagaimana cara mengembalikan atrribute file dan folder tersebut agar normal kembali? Agar apabila nanti di bawa ke komputer lain yang tidak Anda set seperti tadi, file dan folder tersebut kelihatan. Untuk melakukan ini Anda membuthkan bantuan sebuah software. Software yang Anda butuhkan adalah software yang berfungsi untuk merubah atribut file atau folder. Salah satu software yang saya rasa cukup bagus adalah Attribute Changer.

Dengan menggunakan Attribute Changer Anda bisa merubah attribute file atau folder dengan mudah. Anda cukup mengklik kanan sebuah file atau folder, kemudian pilih Change attribute.

Konteks Menu
Pada jendela Attribute Changer pilihlah attribute yang sesuai. Agar Anda bisa menampilkan (mengembalikan) file dan folder yang disembunyikan virus, maka set attribute ke normal dan hilangkan tanda cek pada plihan hidden dan system.

Attribute Changer
Bagaimana? Mudah sekali bukan mengembalikan/menampilkan kembali file dan folder yang disembunyikan virus dengan Attribute Changer? Jika Anda ingin menggunakan software ini, silahkan download Attribute Changer secara gratis internet atau cari di google. Dengan attribute changer, mengembalikan file dan folder yang disembunyikan virus jadi lebih mudah dan Anda tidak terlalu khwatir jika komputer terkena virus lagi. Namun, saya berikan saran sebelum komputer Anda terserang virus, lebih baik cegah virus menyerang komputer Anda. Akhir kata, semoga artikel ini bermanfaat dan Selamat mencoba!

Jumat, 22 Januari 2010

Menghapus Salah Satu OS dari Daftar Boot

Menghapus salah satu OS (operating system) dari daftar boot, mungkin bukan merupakan sesuatu yang baru bagi Anda. Namun, saya rasa banyak juga yang belum tahu bagaimana cara menghapusnya. Dan kebetulan ada seorang teman Dunia Komputer di facebook Anda yang bertanya. Pertanyaannya seperti ini:

bos aq mo nanyak nieh gimana caranya ngilangin salah satu system pada pc kalo pcnya ada 2 system. Saya langsung aja suruh diformat salah satu. Namun langsung dibalas sama sobat yang satu ini maunya sih biar ga pake mormat bos…bisa ga???

OK. Kita lanjut lagi ke topik artikel ini. Sebelumnya saya ingin jelaskan terlebih dahulu apa yang saya maksud dengan daftar OS pada boot. Biasanya jika Anda menggunakan 2 operating system, misalkan Windows XP Professional dan Windows XP Home Edition, maka pada saat booting Anda akan menemukan 2 buah pilihan OS. Anda tinggal pilih, ingin logon ke Windows XP Professional atau Windows Home dengan memilih salah satu pilihan tadi. Sekarang bagaimana cara menghilangkan salah satu operating system tanpa melakukan format? Misalkan Anda ingin menghilangkan Windows XP Home Edition. Caranya adalah dengan menghapus operating system itu dari daftar boot. Dimanakah daftar boot tersebut?

Windows XP menyimpan daftar operating system pada sebuah file namanya “boot.ini”. File ini terletak pada drive “C:” lengkapnya “C:\boot.ini.”. Yang akan kita lakukan sekarang adalah meng-edit file boot.ini tersebut untuk menghapus salah satu OS. Untuk itu ikuti langkah-langkah di bawah. Namun perlu saya ingatkan, tips ini saya berikan dengan asumsi drive C: sebagai drive tepat terinstallnya Windows XP professional.

  1. Buka file boot.ini yang teletak di C:\boot.ini. Namun, biasanya file ini tidak akan kelihatan jika Anda menset komputer agar tidak menampilan file operating system. Untuk itu, buka saja melalui Run dengan mengetik “c:\boot.ini” (tanpa tanda petik).
  2. File boot.ini defaultnya akan terbuka di notepad. Setelah terbuka, Anda akan melihat tulisan seperti gambar dibawah
  3. Boot.ini

  4. Sebelum kita melakukan editing file boot ini, sebaiknya Anda backup dulu dengan membuat sebuah copy dari file tersebut. Nanti apabila terjadi kesalahan, Anda bisa mengcopynya lagi.
  5. Sekarang, tentukan os yang akan dihapus. Karena pada kali ini yang kan kita hapus adalah Windows XP Home maka cari tulisan seperti ini:

    multi(0)disk(0)rdisk(0)partition(2)\WINDOWS=”Microsoft Windows XP Home Edition” /noexecute=optin /fastdetect /usepmtimer

    Pilih salah satu os

  6. Setelah Anda tentukan, hapus semua tulisan seperti diatas tadi, sehingga hasilnya seperti gambar di bawah
  7. Hasil edit file boot.ini
    click gambar untuk memperbesar

  8. Kemudian simpan file boot.ini tersebut dan restart komputer Anda.

Setelah komputer mulai booting, coba perhatikan layar Anda. Apakah daftar operating system masih muncul? Jika ya berarti, Anda berhasil. Jika Anda salah menghapus, biasanya Anda akan boot ke operating system yang seharusnya Anda hapus. Jika hal tersebut terjadi, ulangi langkah-langkah diatas dengan mengcopy kembali isi file backup Anda dan mempastenya di file asli. Kemudian hapus os yang satunya.

Demikian tips cara menghapus salah satu os dari daftar boot. Semoga bermanfaat.

Kamis, 21 Januari 2010

Membuat Custom CD/DVD Instalasi Windows XP

Bagaimana cara membuat bootable CD Setup Windows XP. Sedangkan yang kita punya adalah file hasil copy dari CD. Jika file tersebut di copy begitu saja ke CD untuk melakukan instalasi Windows XP, maka CD tersebut tidak akan bisa dipakai untuk boot.

CD instalasi Windows XP yang akan kita buat ini juga bersifat Unattended Setup. Apa itu Unattended Setup? Mungkin banyak dari Anda yang belum paham atau mendengar istilah ini. Secara sederhana saya bisa katakan dengan CD Unattended Setup Windows XP Anda tidak perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul pada saat melakukan installasi Windows XP. Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut akan kita sediakan pada saat proses pembuatan CD Bootable Windows XP yang akan kita lakukan.

Selain itu, dengan cara membuat CD/DVD Instalasi Windows XP ini, Anda juga bisa memasukkan Service Pack (SP); update dan hotfix; Driver hardware seperti driver motherboard, VGA, dll; ke instalasi Windows XP. Jadi dengan cara ini Anda bisa membuat CD/DVD Instalasi Windows XP yang terintegrasi dengan update, hotfix, driver dan sedikit tweak. Selain itu, dalam proses instalasi windows XP tersebut Anda tidak usah lagi menungguinya untuk memjawab semua pertanyaan yang muncul.

Untuk membuat CD/DVD Instalasi Windows XP yang terintegrasi dengan driver, hotfix dan update ini, Anda memerlukans ebuah software bernama NLite. Anda bisa mendownload Nlite melalui websitenya atau cari di google.

Langsung saja kita simak cara membuat custom CD/DVD Instalasi Windows XP. Saya anggap Anda sudah mendownload NLite dan telah menginstalnya. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Yang pertama Anda lakukan adalah mengcopy CD instalasi Windows XP Anda ke harddrive. Jika Anda sudah mempunyai sebuah copy di harddrive lewati langkah ini. Jika belum, masukkan CD Instalasi Windows XP, kemudian Copy dan Paste isi CD tersebut ke sebuah folder. Misalkan kita namai folder tersebut dengan “Window XP Setup”.
  2. Jika sudah, jalankan NLite. Pada jendela wizard pertama NLite klik Next.
  3. Pada jendela selanjutnya, Anda diminta menentukan lokasi setup Windows XP. Untuk itu klik tombol Browse dan cari folder tempat menyimpan istalasi Windows XP tadi yaitu folder “Windows XP Setup”. Kemudian NLite akan melakukan scanning untuk mengetahui versi Windows XP tersebut. Setelah itu, klik Next untuk melanjutkan.
  4. Pilih lokasi setup windows XP

  5. Kemudian akan muncul jendela import session. Jendela ini berfungsi untuk meload session yang pernah Anda buat. Tapi karena Anda baru pertama kali melakukan ini, lewati saja dengan mengklik Next.
  6. Di jendela selanjutnya, Anda diminta untuk menetukan apa saja yang ingin Anda integrasikan ke CD Setup nanti. Klik pada setiap tombol yang Anda ingin integrasikan. Tobol-tombol tersebut adalah:
    • Service Pack – Untuk mengintegrasikan Service Pack
    • Hotfixes, Addons, and Update Packs – Untuk mengintegrasikan hofix, addon atau update
    • Drivers – Untuk mengintegrasikan driver.
    • Components – Untuk menghapus kompenen windows, seperti MS. Paint, Wordpad, Driver Bawaan Windows, dll
    • Unattended – Untuk mengintegrasikan unattended setup yaitu jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang muncul saat setup Windows XP.
    • Options – Merubah setting Windows, seperti folder default dari instalasi, dokument, atau folder temporari, dll.
    • Tweaks – Untuk melakukan sedikit tweak terhadap windows, seperti menentukan icon-icon yang muncul pada desktop, tweak terhadap start mune, tweak terhadap explorer, dll
    • Bootable ISO – Pilih options ini jika Anda menginginkan hasil dari proses ini berbetuk file iso.
  7. Untuk tutorial ini saya akan mengintegrasikan beberapa opsi, yaitu: Service Pack(SP3), HotFix, Drivers, Unattended, Bootable ISO. Anda juga boleh memilih opsi yang lain sesuai dengan kebutuhan. Namun ingat ,kesalahan sedikit menyebabkan hasil Instalasi Windows tidak stabil (terutama kesalahan pada tweaks). Klik Next untuk melanjutkan.
  8. Pilih opsi yang akan di integrasikan

  9. Sekarang, Anda diminta menentukan lokasi Service Pack. Klik tombol Select dan pilih service Pack. Selanjutnya klik Next.
  10. Selanjutnya integrasikan HotFix, untuk itu klik Insert dan pilih HotFix yang ingin diintegrasikan. Klik lagi tombol insert untuk memasukkan hotfix yang lain. Jika sudah klik Next.
  11. Integrasikan Hotfix ke Setup Windows XP

  12. Pada jendela selanjutnya masukkan diver yang ingin Anda sertakan. Misalkan driver motherboard atau VGA. Untuk itu klik Insert dan pilih multiple drivers jika driver Anda terdiri dari beberapa file dan folder.

    Integrasikan Driver ke Setup Windows XP
    Pada dialog yang muncul pilih folder driver.


    Pada dilaog selanjutnya, pilih driver yang dintegrasikan ke installer Windows XP. Jika Anda tidak yakin, klik tombol All dan klik OK. Ulangi lagi jika ingin memasukkan driver yang lain. Kemudian klik Next.

    Pilih semua driver

  13. Selanjutnya Anda masuk pada opsi unattended. Tugas Anda adalah memasukkan, jawaban atas pertanyaan yang akan muncul pada setup windows XP. Pertanyaan yang muncul biasanya adalah CD key, User, dan Regional. Untuk itu kita hanya akan mengisi input-input tersebut saja. Yang lainnya bisa Anda isi dan bisa juga tidak.
  14. Pada tab General, masukkan product key pada iput yang tersedia. Pilih juga mode unattended. Disini saya akan memilih mode Hide Pages. Karena saya tidak akan menunggui setup. Namun, jawaban harus tepat semua.
  15. Masukkan CD Key dan Mode

  16. Kemudian klik Tab User. Pada tab ini, tambahkan seorang user dengan mengklik tombol Add. Masukkan username pada input user. Misal My PC Spot. Berikan hak user apakah Administrator atau user biasa. Anda juga bisa memberikan password pada masing-masing user.
  17. Masukkan data user

  18. Selanjutnya klik tab Regional. Pilih bahasa yang Anda gunakan melalui pilihan Language. Tentukan pula Localization, Location dan Time Zone. Untuk keyboard biarkan saja US.
  19. Pilih Bahasa

  20. Saya rasa itu saja yang input yang harus dilengkapi. Selanjutnya klik Next.
  21. Selanjutnya akan muncul sebuah dialog yang menanyakan apakah Anda ingin memulai proses? Klik Yes untuk memulai proses integrasi hal-hal yang telah Anda lakukan tadi. Proses ini bisa memakan waktu yang cukup lama, jika banyak driver dan hotfix yang integrasikan. Jika proses telah selesai, Anda dapat melihat ukuran file hasil integrasi Anda. Jika ukuran file tersebut lebih dari 1 CD, maka gunakanlah sebuah DVD. Klik tombol Next untuk melanjutkan.
  22. Proses integrasi sudah selesai

  23. Pada halaman berikutnya, Anda bisa langsung mem-burning hasil tadi ke CD/DVD atau membuat file ISO. Jika Anda ingin langsung membuat CD/DVD bootable Windows XP tadi, masukkan CD/DVD blank Anda ke drive burner Anda dan pilih direct Burn pada opsi Mode. Untuk memulai malukan proses burn klik tombol Burn. Jika Anda ingin membuat file ISO, pilih Create Image pada opsi Mode dan klik Make ISO. Anda akan diminat untuk menentukan lokasi dan nama file ISO. Tunggu hingga proses selesai.
  24. Buat CD/DVD instalasi Windows XP

  25. Jika proses telah selesai, klik Next. Pada jendela berikutnya klik Finish.

Kini proses pembuatan custom CD/DVD Instalasi Windows XP telah selesai. Anda bisa menggunakan CD/DVD Instalasi tersebut untuk melakukan instalasi Windows XP.

Sekian tutorial membuat custom CD/DVD Instalasi Windows XP. Semoga bermanfaat! Maaf saya tidak bisa mengulas semua fungsi-fungsi dari NLite. Tangan saya uda pegel sekali mengetik artikel ini. Semoga bermanfaat !.